Launching

Launching

Jumat, 09 Oktober 2009

SIFAT – SIFAT WIYON-WOFLE DIPARALELKAN DENGAN SIFAT-SIFAT ALLAH INJILI KRISTEN

Part 6

SIFAT – SIFAT WIYON-WOFLE DIPARALELKAN DENGAN SIFAT-SIFAT ALLAH INJILI KRISTEN

oleh

Hamah Sagrim

A. Sifat Ilahi: Sesuatu yang benar mengenai Tuhan.

Apabila kita bertanya-tanya tentang nama Tuhan, maka namaNya merupakan suatu Rahasia. Dia tersembunyi dibalik terang keilahianNya. Bagi Raa wiyon-Na wofle, mengatakan bahwa bukanlah sesuatu yang berat dalam mengenal sifat-sifat wiyon-wofle (Tuhan) mereka seperti ini, melainkan dikenal melalui pengalaman rohani yang manis dan menarik ketika berada didalam k’wiyon-bol wofle (Kemah suci). Bagi orang awam atau orang berdosa-fana-kafir, - raa iin-na iin yang tidak mengenal wiyon-wofle, satu-satunya jalan untuk mengenalnya adalah harus melalui inisiasi mber wiyon didalam k’wiyon-bol wofle sebagai jalan menuju persatuan dengan wiyon-wofle dan mendapatkan kesempurnaan dan kesucian sebagai orang yang terhisap oleh roh kudus.

Sebelum kita melanjutkan, nampaknya perlu bagi kita untuk mendefinisikan kata sifat. Disini, kata sifat, tidak dipergunakan menurut arti secara filsafat, tetapi juga tidak dengan ketat dibatasi pada arti secara teologia. Disini kata sifat itu berarti apa saja yang dapat dengan tetap dan benar dikatakan berasal dari Tuhan. Didalam ungkapan Raa wiyon-Na wofle, yang dimaksudkan dengan sifat wiyon-wofle ialah, apasaja yang diungkapkan oleh wiyon-wofle sebagai sesuatu yang tepat dan benar tentang diriNya.

Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang berapa banyak sifat-sifat wiyon-wofle sebagai Tuhan. Tokoh-tokoh agama wiyon-wofle berpendapat bahwa wiyon-wofle adalah Tuhan mereka yang mempunyai sifat-sifat yang begitu banyak. Raa wiyon-Na wofle dalam hal ini mengakui sifat-sifat wiyon-wofle – Tuhan mereka sebagai Dia yang memiliki sifat mulia dan tak terhitung.

Memang benar bahwa Raa wiyon-Na wofle telah mengikuti sifat-sifat wiyon-wofle sebagai Tuhan mereka. Jika suatu sifat itu merupakan sifat wiyon-wofle, maka dengan sifat itu orang Maybrat, Imian, Sawiat, dapat membayangkan wiyon-wofle (Tuhan), karena k’wiyon-bol wofle senangtiasa bersifat demikian. Karena wiyon-wofle juga tidak terbatasi oleh apapuan, maka ia pasti mempunyai sifat-sifat yang tidak dapat diketahui secara spesifik oleh orang Maybrat, Imian, Sawiat, dan Raa wiyon-Na wofle, serta tidak puladapat dimengerti oleh mereka. Sebagaimana kita perhatikan bahwa atribut itu merupakan konsep mental, dan merupakan respons intelek terhadap penyataan wiyon-wofle tentang dirinya. Hal itu merupakan jawaban terhadap suatu pertanyaan, dan hal ini merupakan suatu jawaban wiyon-wofle kepada Raa wiyon-Na wofle mengenai dirinya.

Raa wiyon-Na wofle takpernah bertanya tentang wiyon-wofle (Tuhan) itu seperti apa? Wiyon-wofle (Tuhan) itu yang bagaimana?, karena mereka secara langsung telah mengenal wiyon-wofle dan berinteraksi dengannya secara langsung didalam k’wiyon-bol wofle. Pernyataan Raa wiyon-Na wofle bahwa k’wiyon-bol wofle menyatakan dirinya didalam k’wiyon-bol wofle dipegang teguh oleh Raa wiyon-Na wofle tidak dibuat, tidak diciptakan dan tidak dilahirkan. Doktrin mengenai wiyon-wofle yang diungkapkan oleh orang Maybrat, Imian, Sawiat, dan Raa wiyon-Na wofle sebagai Tuhan mereka, bukan hanya berarti bahwa wiyon-wofle (Tuhan) hanya terbatasi sebagai wiyon-wofle, akan tetapi Tuhan dia bisa sebagai YHWH, atau sebagai Tuhan juga didalam agama lain yang juga menyebutnya berbeda nama sebagai perbedaan dalam keutuhanNya.

Jadi suatu sifat Tuhan bukan merupakan sebagian dari Tuhan, melainkan demikianlah Tuhan itu. Sifat-sifat ilahi yang dimiliki wiyon-wofle merupakan sifat yang mana orang Maybrat, Imian, Sawiat, dan Raa wiyon-Na wofle dapat mengetahui bahwa memang benar ada wiyon-wofle (Tuhan). Tuhan, wiyon-wofle, YHWH, tidak memiliki sifat-sifat itu sebagai suatu kecakapan; sifat-sifat itu merupakan keadaan Tuhan sebagaimana yang dinyatakan Tuhan kepada kita. Umpamanya, kasih bukan merupakan sesuatu yang dimiliki Tuhan, merupakan sesuatu yang dapat bertumbuh dan berkurang atau lenyap sama sekali. Kasih Tuhan itu dapat dikatakan merupakan Tuhan sendiri, dan apabila Ia mengasihi, karena semata-mata dia pengasih. Demikian juga halnya dengan Tuhan yang dipercayai oleh agama-agama yang lain.

Dalam kitab injil Kristen, 1 yohanes 4:8, mengatakan bahwa:

“Barang siapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih”.

Dalam watum Raa wiyon-Na wofle:

“no boum mase ne k’raa afo raa mhasu nyio, soh mfe, oron yabi haberek kbor knyio”

“berbuat kasih kepada siapa saja, supaya anda dikasihi, kalo tidak demikia, Allah tidak akan mengenal anda.”

B. Keberadaan Wuyon-Wofle.

Wiyon-wofle (Tuhan) tidak mempunyai asal mula, dan tetaptlah memang konsep tentang Tuhan yang tidak mempunyai asal mula inilah yang mana dapat membedakan mana yang Tuhan dan mana yang bukan Tuhan. Asal mula merupakan kata yang diterapkan hanya pada sesuatu yang diciptakan. Apabila kita memikirkan sesuatu yang mempunyai asal mula, maka kita bukan sedang memikirkan Tuhan. Tuhan itu sudah ada dengan sendirinya, sedangkan segala sesuatu yang diciptakan selalu mempunyai asal mula, entah dimana atau kapan, tetapi pasti mempunyai asal mula. Selain Tuhan, tidak ada sesuatupun yang ada dengan sendirinya.

Wiyon-wofle memiliki sifat-sifat keilahian yang dipercayai sebagai Tuhan oleh orang Maybrat, Imian, Sawiat, yaitu:

  1. Wiyon-wofle tidak memerlukan apapun diluar dirinya sendiri.
  2. Wiyon-wofle tidak dapat dimengerti.
  3. Wiyon-wofle berada terlebih dahulu dan segala sesuatu bermula dari dia.
  4. Wiyon-wofle kekal
  5. Wiyon-wofle tidak terbatasi
  6. Wiyon-wofle tidak berubah
  7. Wiyon-wofle maha tahu
  8. Wiyon-wofle berhikmat
  9. Wiyon-wofle maha kuasa
  10. Wiyon-wofle maha tinggi
  11. Wiyon-wofle maha hadir
  12. Wiyon-wofle maha setia
  13. Wiyon-wofle maha baik
  14. Wiyon-wofle maha adil
  15. Wiyon-wofle maha kasihan
  16. Wiyon-wofle maha kasih dan maha karunia
  17. Wiyon-wofle maha pengasi
  18. Wiyon –wofle maha kudus
  19. Wiyon-wofle maha daulat.

Bagi orang Maybrat, Imian, Sawiat, wiyon-wofle dikonsepsikan sebagai Allah sang realitas tertinggi yang mereka imani.