Launching

Launching

Senin, 14 Juli 2008

SEJARAH RASUL PAULUS

Menganalisis Kristen
Sejarah Paulus

Paulus nama aslinya adalah Saul, lahir di Tarsus (Turki) kira-kira 2 tahun sebelum Masehi. Karena Yesus lahir kira-kira tahun 6 SM, maka Paulus kira-kira berusia 8 tahun lebih muda daripada Yesus.Ayahnya Paulus berasal dari suku Benyamin salah satu suku dari 12 suku Bani Israel. Meskipun ayahnya Paulus tinggal di negeri asing ia tetap melaksanakan hukum Taurat dengan cermatnya. Pada zaman Paulus, kota Tarsus merupakan kota dagang yang penting dan ramai karena sebagai kota perlintasan dari Timur ke Eropa pulang pergi. Pada masa itu kota Tarsus terdapat sebuah perguruan Yunani, sejumlah kuil dewa-dewi, gedung komedi, dan tempat-tempat hiburan lainnya yang sangat digemari oleh orang-orang Yunani.Sejak muda Paulus sangat tertarik pada kebudayaan Yunani terutama pelajaran filsafat Yunani. Dengan demikian terkumpullah pada dirinya dua pengaruh, pertama pengaruh didikan hukum Taurat dari keluarga Yahudinya, kedua pengaruh kebudayaan Yunani yang berpengaruh luas di masyarakat kala itu. Mengenai ajarannya Paulus juga berguru pada Gamalil, seorang ulama Yahudi yang amat terkenal di Yerusalem.Persinggungan pengaruh agama Yahudi dengan filsafat Yunani di masa itu adalah umum meliputi segenap masyarakat Yunani di Asia Barat dan Afrika Utara. Aliran filsafat Yunani yang amat berpengaruh ketika itu adalah aliran Stoa yang pantheistik menganggap Tuhan dan makhluk merupakan suatu kesatuan yang sama zat (substansi) nya dan hanya berbeda dalam penglihatan bentuk.Synthese antara ajaran filsafat Stoa dengan ajaran agama Yahudi seperti kita lihat pada seharah filsafat terdapat pada filosof Yahudi Philo yang menganggap Logos dari Stoa sebagai semacam malaikat yang tertinggi alias Roh Kudus. Philo ini hidupnya antara tahun 25 SM hingga 50 SM, jadi satu masa dengan kehidupan Yesus dan Paulus.Paulus bukanlah orang Nazareth dan bukan pula orang Yerusalem. Ia bukanlah orang yang sejak muda kontak dengan lingkungan Yesus. Dan memang Paulus bukanlah murid Yesus, juga bukan pula pengikutnya, baik di Yerusalem maupun di Nazareth. Dia belum pernah bertatap muka dengan Yesus, meskipun ada kemungkinan dia pernah melihatnya dari kejauhan. Bible sendiri mencatat Paulus merupakan musuhnya pengikut-pengikut Yesus dan ia bertindak sangat kejam sekali kepada mereka. Tidak diceritakan apakah paulus terlibat dalam upaya penangkapan untuk menyalib Yesus atau tidak.Paulus hingga matinya tidak pernah menikah dan badannya kurang sehat. Tetapi paulus adalah seorang pembicara (orator) yang baik sekali, apalagi ditambah pengetahuan yang begitu mendalam tentang agama-agama Hellenisme (Kisah 2:39, Kisah 25:1-12).Dalam surat-surat yang ditulis oleh Paulus, sangat jelas bahwa Paulus beraliran filsafat Stoa. Dr. Von Platen dalam bukunya “Sejarah Filsafat Barat” dengan tegas mengatakan bahwa ajaran Paulus sangat dipengaruhi filsafat filsafat klasik Yunani terutama dari mazhab Stoa. Dalam khotbahnya yang terkenal di Areopagos Athena, Paulus mengutip kata demi kata dari penyair Stoa yang terkenal yaitu:Aratos (yang dikutip juga oleh Paulus dan tercatat dalam Kisah 17:28) “Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujanggamu..” Menurut Von Platen dan cendekiawan Barat yang netral maka ajaran Paulus tentang Tuhan dan makluk-makhluk adalah berasal dari ajaran Teleologi1 dari mazhab Stoa yang pantheistik itu (1 Korintus 12:12-272)Ajaran Paulus sendiri sangatlah jelas bertentangan dengan ajaran Yesus, yakni.
Yesus selalu mementingkan dalam khotbah-khotbahnya bahwa akan kedatangan Kerajaan Allah yang akan datang. Sedangkan Paulus menitikberatkan pada kedatangan kembali Yesus yang kedua.
Yesus tidak pernah membicarakan tentang dosa warisan, sedangkan Paulus mengajarkan dosa warisan (Roma 5:12).
Yesus mengajarkan tentang pengampunan dari Tuhan atas dasar tobat yang sungguh-sungguh, sedangkan Paulus menyandarkan pengampunan Tuhan pada penyaliban Yesus sebagai penebus dosa
Yesus tetap mengakui hukum Taurat (Matius 5:17-18), sedangkan Paulus menyatakan hukum Taurat telah mati dan digantikan oleh iman kepada penyaliban Yesus sebagai penebus dosa (Roma 3:21-28, Roma 7:4-6).
Yesus hanya mengajarkan Injil hanya untuk bani Israel (Matius 10:5-6 dan Matius 15:24-26), sedangkan Paulus mengajarkan pada non-Yahudi (Kisah 13:46 dan Kisah 14:27).
Yesus meneruskan hukum wajib untuk khitanan, sedangkan Paulu tidak mewajibkan khitanan (Roma 3:30).

Paulus bukanlah Rasul
Selain adanya perbedaan antara ajaran Yesus dengan ajaran Paulus. Menurut Bible (Matius 10:2-4; Markus 3:16-19, dan Lukas 6:14-16), ada 12 orang rasul atau murid-murid Yesus yakni Simon (Petrus atau Cephas), Andreas, Yakobus bin Zebedeus, Yohanes, Filipus, Bartolomeus, Tomas, Matius, Yakobus bin Alfeus, Tadeus, Simon Zelotes, dan Yudas Iskariot. Mengenai murid-murid Yesus, al-Qur'an menamai mereka sebagai Al-Hawariyun , namun al-Qur'an tidak menyebut berapa jumlah secara pasti murid-murid Yesus. Menurut Bible, Yudas Iskariot ini karena pengkhianatannya diganti oleh Matius.Paulus bukanlah murid Yesus, hingga saat perpisahan antara Yesus dengan murid-muridnya di bukit (gunung) Zaitun. Paulus tidak pernah bertatapn muka atau
bercakap-cakap dengan Yesus. Malahan Paulus aktif berdiri di pihak imam-imam Yahudi penantang ajaran Yesus.Ceritanya menjadi rasul adalah sebagai berikut.
Pada suatu hari dia bertugas ke Damaskus (Damsyik) dari Yerusalem untuk mengerahkan orang-orang Yahudi disana untuk menangkap pengikut-pengikut Yesus yang ada di Damaskus. Menurut pengakuannya sendiri ketika ia didekat kota Damaskus, tiba-tiba ia melihat cahaya dari langit lalu didengarnya suara yang mengaku dialah Yesus (kisah 9:4-5 dan Kisah 22:7). Yang menyusun “Kisah” (Act) adalah Lukas muridnya Paulus. Lukas adalah orang non-Yahudi. Paulus sendiri menemukan Lukas di Troas setelah Paulus dengan terang-terangan menyebarkan Injil kepada orang-orang non-Yahudi (Gentile). Sudah jelas cerita tentang bagaimana Paulus bertobat didekat kota Damsakus dan menjadi seorang nasrani itu didengar dan dicatat oleh Lukas.Pengakuan Paulus menjadi rasul itu tentu saja tidak dipercayai oleh rasul-rasul lainnya yang sah dan diangkat oleh Yesus. Sebab itu tidaklah heran jika Paulus tidak segera mendapatkan perhatian dari mereka dan orang-orang Nasrani dari bani Israel. Meskipun Paulus sudah mengakui mendapat wahyu dari Yesus, namun masih lama lagi dia baru melakukan peranan sebagai penyebar ajaran agama Nasrani. Mula-mula Paulus mengembara ke Arabia kemudian kembali ke Damaskus lagi, ia menetap disana 3 tahun lalu ke Yerusalem 2 pekan (tidak ada sambutan) lalu pulang ke Tarsus untuk berdiam diri disana selama kira-kira 10 tahun. Diduga selama 10 tahun inilah Paulus mendalami pengetahuannya tentang ajaran Injil, ajaran Taurat, serta ajaran filsafat Stoa Yunani.Bahwa pengakuan Paulus menjadi rasul itu adalah kebohongannya sendiri, karena kita dapat menyimpulkan dari kenyataan-kenyataan dibawah ini:Berita-berita tentang bagaimana Paulus mendapat wahyu dari Yesus di dekat kota Damskus (Damsyik) seperti tercantum dalam “Kisah” (Act) itu sendiri adalah kontradiksi satu sama lain.Kisah 9:7 “Maka orang-orang yang berjalan bersama dengan dia itupun berdiri tercengang, mendengar suara itu , namun tidak tampak seorang pun.”Kontradiksi dengan Kisah 22:9 “Dan mereka yang menyertai aku, memang melihat cahaya itu, tetapi suara Dia, yang berkata kepadaku, mereka tidak mendengar .” Dalam Kisah 9:7 Paulus bercerita bahwa dia dan teman-temannya mendengar suara yang tidak keliatan orangnya. Namun dalam Kisah 22:9 Paulus bercerita hanya dia seorang lah yang mendengar suara itu.Itu saja belum cukup untuk membuktikan Paulus adalah rasul palsu. Sekarang perhatikan kembali dibawah ini betapa kontradiksinya Paulus bercerita kepada kita.Kisah 9:4 “ Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya "Saul (Paulus), Saul (Paulus), mengapakah engkau menganiaya Aku?"Kontradiksi dengan Kisah 22:7 “Kami semua rebah ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang mengatakan kepadaku dalam bahasa Ibrani: Saul, Saul, mengapa engkau menganiaya Aku? Sukar bagimu menendang ke galah rangsang.”Dalam Kisah 9:4 Paulus bercerita bahwa dia rebah ke tanah, kontradiksi dengan Kisah 22:7 yang bercerita bahwa Paulus dan teman-temannya rebah ke tanah.Dalam ilmu jiwa dinyatakan kalau seseorang menceritakan beberapa kali suatu peristiwa dan selalu tidak pernah sama maka itu berarti bahwa peristiwa itu merupakan kebohongan atau kondisi jiwa orang tersebut tidak normal (sakit jiwa).
Ajaran Paulus
Sebenarnya untuk mengetahui ajaran Paulus, maka lebih tepat jika kita meninjau kepribadian Paulus, sifat-sifat Paulus yang ingin leading sendiri, disamping keahlian orator, dan pengetahuannya tentang hukum Taurat, filsafat Yunani, dan kemudian ajaran Injil. Semuanya ini yang membuatnya sering berselisih paham dengan murid-murid Yesus (yakni Petrus dkk), kemudian dengan Barnabas. Dari surat-surat Paulus dapat kita lihat bagaimana Paulus dengan segala keahliannya menyebarkan ajarannya sendiri dan membentuk agama sendiri diluar kelembagaan agama Yahudi. Dan dari surat-surat Paulus pula lah kita dapat melihat bagaimana Paulus telah menjadikan ajaran Injil Yesus bukan lagi berupa agama peribadatan dan syariat (hukum agama) yang sanctionil untuk membimbing manusia agar berada di jalan yang lurus seperti yang dikehendaki Taurat, melainkan diubahnya agama berdasarkan filosofis buatan manusia semata. Agama yang hanya dimengerti dengan filsafat spekulatif manusia dan bergantung pada harapan semata-mata.Paulus seperti tercantum dalam surat-suratnya sendiri mengatakan bahwa ia terlalu banyak berbuat dosa, hidup penuh hawa nafsu, padahal ia tahu hukum Taurat sangat meneliti segala dosa walaupun kecil. Harapan masuk Surga berdasarkan amal ibadah baginya sudah putus. Dan dia mengira semua orang adalah seperti dia. Semua terbelenggu oleh dosa. Hidup Paulus sendiri ternyata tidak tertib, ini dapat dilihat bahwa dia tidak beristri atau memiliki rumah tangga. Namun anehnya Paulus yang jelas-jelas tidak menikah (mengepalai keluarganya sendiri), ia justru mengangkat dirinya sendiri menjadi kepala jemaat.1 Timotius 3:5 Jikalau seorang tidak tahu mengepalai keluarganya sendiri, bagaimanakah ia dapat mengurus Jemaat Allah? Bukankah ini kontradiksi antara apa yang diucapkan oleh Paulus (1 Korintus 3:5) dengan apa yang dilakukan oleh Paulus dengan mengangkat dirinya menjadi kepala dan mengurus jemaat?Dalam keadaan komplikasi jiwa yang seperti itulah Paulus mempelajari kehidupan Yesus sejak kelahirannya yang amat ajaib itu hingga peristiwa penyaliban serta kebangkitannya dari kematian. Lalu dipelajarinya ajaran-ajaran Yesus dan digabungkannya dengan ajaran filsafat pantheistis berdasarkan aliran Stoa. Akhirnya Paulus menemukan jalan keluar dari komplikasi jiwanya sendiri. Soal dosa dan amal syariat tidak penting lagi, karena toh dalam anggapan Paulus (bahwa) Yesus telah mengorbankan diri sendiri untuk menebus dosa manusia. Manusia itu tidak bisa dibela lagi dari keinginan berbuat dosa. Karena itu untuk menebus dosa itu tidak bisa kalau Yesus hanya manusia saja. Yesus haruslah Tuhan itu sendiri dan benarlah ada alasan untuk menganggap Yesus sebagai Tuhan yang menjelma menjadi manusia. Bukankah Yesus lahir tanpa ayah? Bukanakh dia dapat menyembuhkan orang kusta dan menyembuhkan orang buta, serta menghidupkan orang mati? Dan bukankah penyaliban Yesus juga aneh karena dia hidup lagi setelah mati selama 2 malam? Kalau begitu pikir Paulus, maka tidak bisa tidak, bahwa Yesus itulah Tuhan yang menjelma menjadi manusia untuk menebus dosa umat manusia.Lalu timbul kesulitan. Bagaimana mungkin manusia dianggap sebagai Tuhan dan Tuhan adalah juga manusia? Paulus ingat ajaran filsafat Stoa bahwa segala sesuatu dalam alam ini terdiri dari jiwa raga. Dan jiwa raga itu bersama-sama merupakan satu hakikat zat mutlak yang dinamakan pneuma . Dan pneuma itulah yang dinamakan Tuhan. Jadi kalau begitu manusia juga Tuhan. Bagaimana manusia yang bentuk fisiknya jelas dibatasi ruang dan waktu lalu sama dengan Tuhan yang tidak dibatasi ruang dan waktu? Jawabannya mudah!Manusia sebagai penglahiran Tuhan, dalam alam bentuk sudah merupakan Anak Tuhan dalam pribadi (oknum) lain tetapi satu zat juga. Jadi umat manusia adalah anak-anak Tuhan. Hanya saja anak-anak Tuhan ini karena dilumuri dosa warisan Adam lantas menjadi anak-anak Tuhan yang terbuang. Hanya satu Anak Tuhan yang tidak terbuang yaitu Yesus. Anak Tunggal Tuhan atau dinamakan juga nanti sebagai Anak Tuhan. Tuhan Anak inilah yang mengorbankan dirinya ditiang salib di Golgota untuk menebus dosa umat manusia agar kelak dapat pulang kembali menjadi Anak-anak Tuhan. Dan manusia yang beriman pada korban penyaliban dari Anak Tunggal Tuhan inilah akhirnya dapat memasuki surga.Ajaran Paulus itu lalu disebarkannya ke non-Yahudi karena dua sebab. Pertama, karena sifat universal dari filsafat Stoa. Kedua, karena ajaran paulus ditolak oleh bangsa Yahudi ( Israel ).Begitulah kira-kira ringkasan ajaran Paulus seperti yang dapat kita simak dari berbagai surat-surat yang ditulisnya sendiri dan cuplikan singkatnya kami tulis dibawah ini:Roma Pasal 3 9. Jadi bagaimana? Adakah kita mempunyai kelebihan dari pada orang lain? Sama sekali tidak. Sebab di atas telah kita tuduh baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, bahwa mereka semua ada di bawah kuasa dosa, 10. seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. 11. Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah. 12. Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak. 20. Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa. 21. Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi, 22. yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan. 23. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, 24. dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. 28. Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat. 29. Atau adakah Allah hanya Allah orang Yahudi saja? Bukankah Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain? Ya, benar. Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain! 30. Artinya, kalau ada satu Allah, yang akan membenarkan baik orang-orang bersunat karena iman, maupun orang-orang tak bersunat juga karena iman. Roma Pasal 5 8. Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. 9. Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah. 10. Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya! 12. Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. 18. Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup.Roma Pasal 8 14. Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. 16. Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. 17. Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia. 29. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.1 Korintus Pasal 1 1. Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Sostenes, saudara kita, 9. Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.1 Korintus Pasal 12 12. Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus. 13. Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.Galatia Pasal 1 1. Dari Paulus, seorang rasul, bukan karena manusia, juga bukan oleh seorang manusia, melainkan oleh Yesus Kristus dan Allah, Bapa, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, 2. dan dari semua saudara yang ada bersama-sama dengan aku, kepada jemaat-jemaat di Galatia : 3. kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus, 4. yang telah menyerahkan diri-Nya karena dosa-dosa kita, untuk melepaskan kita dari dunia jahat yang sekarang ini, menurut kehendak Allah dan Bapa kita. 6. Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain, 7. yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus. 8. Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia. 11. Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia. 12. Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus. 13. Sebab kamu telah mendengar tentang hidupku dahulu dalam agama Yahudi: tanpa batas aku menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya. 15. Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya, 16. berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia;Galatia Pasal 2 1. Kemudian setelah lewat empat belas tahun, aku pergi pula ke Yerusalem dengan Barnabas dan Tituspun kubawa juga. 2. Aku pergi berdasarkan suatu penyataan. Dan kepada mereka kubentangkan Injil yang kuberitakan di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi—dalam percakapan tersendiri kepada mereka yang terpandang—,supaya jangan dengan percuma aku berusaha atau telah berusaha. 3. Tetapi kendatipun Titus, yang bersama-sama dengan aku, adalah seorang Yunani, namun ia tidak dipaksa untuk menyunatkan dirinya. 4. Memang ada desakan dari saudara-saudara palsu yang menyusup masuk, yaitu mereka yang menyelundup ke dalam untuk menghadang kebebasan kita yang kita miliki di dalam Kristus Yesus, supaya dengan jalan itu mereka dapat memperhambakan kita. 5. Tetapi sesaatpun kami tidak mau mundur dan tunduk kepada mereka, agar kebenaran Injil dapat tinggal tetap pada kamu. 6. Dan mengenai mereka yang dianggap terpandang itu—bagaimana kedudukan mereka dahulu, itu tidak penting bagiku, sebab Allah tidak memandang muka—bagaimanapun juga, mereka yang terpandang itu tidak memaksakan sesuatu yang lain kepadaku. 7. Tetapi sebaliknya, setelah mereka melihat bahwa kepadaku telah dipercayakan pemberitaan Injil untuk orang-orang tak bersunat, sama seperti kepada Petrus untuk orang-orang bersunat 8. —karena Ia yang telah memberikan kekuatan kepada Petrus untuk menjadi rasul bagi orang-orang bersunat, Ia juga yang telah memberikan kekuatan kepadaku untuk orang-orang yang tidak bersunat. 9. Dan setelah melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, maka Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai sokoguru jemaat, berjabat tangan dengan aku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan, supaya kami pergi kepada orang-orang yang tidak bersunat dan mereka kepada orang-orang yang bersunat; 10. hanya kami harus tetap mengingat orang-orang miskin dan memang itulah yang sungguh-sungguh kuusahakan melakukannya. 11. Tetapi waktu Kefas datang ke Antiokhia, aku berterang-terang menentangnya, sebab ia salah. 12. Karena sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara yang tidak bersunat, tetapi setelah mereka datang, ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang bersunat. 13. Dan orang-orang Yahudi yang lainpun turut berlaku munafik dengan dia, sehingga Barnabas sendiri turut terseret oleh kemunafikan mereka. 14. Tetapi waktu kulihat, bahwa kelakuan mereka itu tidak sesuai dengan kebenaran Injil, aku berkata kepada Kefas di hadapan mereka semua: "Jika engkau, seorang Yahudi, hidup secara kafir dan bukan secara Yahudi, bagaimanakah engkau dapat memaksa saudara-saudara yang tidak bersunat untuk hidup secara Yahudi?" 15. Menurut kelahiran kami adalah orang Yahudi dan bukan orang berdosa dari bangsa-bangsa lain. 16. Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorangpun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat. 17. Tetapi jika kami sendiri, sementara kami berusaha untuk dibenarkan dalam Kristus ternyata adalah orang-orang berdosa, apakah hal itu berarti, bahwa Kristus adalah pelayan dosa? Sekali-kali tidak. 18. Karena, jikalau aku membangun kembali apa yang telah kurombak, aku menyatakan diriku sebagai pelanggar hukum Taurat. 19. Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus; 20. namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. 21. Aku tidak menolak kasih karunia Allah. Sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus. Galatia Pasal 3 24. Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman. 25. Sekarang iman itu telah datang, karena itu kita tidak berada lagi di bawah pengawasan penuntun. 26. Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus.

Meskipun hanya sepenggal saja fragment diatas, namun pembaca yang kritis dapat melihat kearah mana pandangan hidup Paulus dalam soal agama. Paulus tidak mementingkan syariat agama dimana amal ibadah merupakan gejala lahir dan iman kepada Tuhan. Malahan antara iman dengan syariat terang-terangan dia pertentangkan. Ini dapat kita lihat dari surat Roma 3:28 dimana dikatakan bahwa orang dibenarkan oleh imam, bukan dengan melaksanakan syariat taurat.Dalam surat Roma 3:29 Paulus mengejek prinsip agama Yahudi dengan mengatakan “ Atau adakah Allah hanya Allah orang Yahudi saja? Bukankah Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain? Ya, benar. Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain!” Ini bukan saja merupakan kritik Paulus terhadap ajaran Injil dari jemaat NasraniYerusalem pimpinan Petrus dkk, tetapi sebenarnya secara tidak langusng juga mengejek Musa dan Yesus yang hanya menuntuk bangsa Yahudi saja. Padahal sebenarnya Paulus lupa bahwa “hanya untuk bangsa Yahudi” bukan berarti Allah itu hanya Tuhan bangsa Yahudi saja, tetapi yang sebenarnya syariat yang dibawakan oleh Musa dan Yesus itulah yang hanya untuk bangsa Yahudi, sedangkan syariat-syariat bangsa-bangsa lain itu bukan urusan Musa dan Yesus, karena Allah akan menurunkan nabi-nabi dikalangan mereka sendiri yang akan membawa syariat khusus bagi kalangan bangsanya sendiri (terkecuali nabi Muhammad saw untuk semesta alam). Jadi Allah tetaplah Tuhan bagi seluruh umat manusia. Ajaran Paulus yang meremehkan faktor amal perbuatan itu tampak lagi pada ayat Roma 5:18 dimana yang menetukan nasib manusia ini seluruhnya hanya amal buruk dari Adam yang berdosa karena makan buah terlarang dan amal baik dari Yesus yang menurut Paulus bersedia dan ikhlas untuk disalib.Filipi 2:8 (suratnya Paulus) “Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.” Padahal kalau kita meneliti Injil-injil kanonik sangat lah jelas bahwa Yesus ketakutan karena ia hendak disalib dan berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Allah agar ia bisa selamat dari penyaliban (Matius 26:37-39 dan Lukas 24:43-44).Ini jelas pengaruh ajaran filsafat Stoa yang pantheistis. Dan pengaruh pantheisme ini nampak lagi pada surat Paulus 1 Korintus 12:12 dimana dinyatakan bahwa semua ini merupakan satu tubuh saja dan diisi satu roh saja.Mengapa Paulus (yang jelas ajarannya bertentangan dengan ajaran Yesus) membawa-bawa terus nama Yesus dalam ajarannya? Apakah kalau membawa-bawa nama Yesus lalu cocok dengan ajaran Yesus itu sendiri?Para pembaca yang kritis tidak usah terkejut, karena hal ini telah disinyalir oleh Yesus sendiri dalam Markus pasal 5Markus Pasal 5 5. Maka mulailah Yesus berkata kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! 6. Akan datang banyak orang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah dia, dan mereka akan menyesatkan banyak orang. 21. Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau: Lihat, Mesias ada di sana, jangan kamu percaya. 22 Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat dengan maksud, sekiranya mungkin, menyesatkan orang-orang pilihan.Ulama-ulama Islam sepakat bahwa sinyalemen nabi palsu adalah untuk Paulus. Alasannya sebagai berikut:
Dalam Suratnya sendiri ( Galatia 2:20) Paulus berkata “namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku…”
Sinyalemen “sekiranya mungkin, menyesatkan orang-orang pilihan” (Markus 5:22) Tafsirnya “orang-orang pilihan” itu adalah murid-murid Yesus di Yerusalem. Dan yang pernah menggoda mereka (menyesatkan) agar mengubah prinsip “hanya untuk bangsa Yahudi” menjadi “seluruh bangsa-bangsa” itu ialah Paulus juga. Ini terbukti dalam surat Paulus yakni Galatia 1:2-21.
Demikianlah pembaca yang budiman dapat melihat bukti-bukti yang dipaparkan diatas betapa Paulus memainkan peranan sebagai nabi palsu. Oke lah Paulus tidak pernah mengaku sebagai nabi, melainkan rasul. Tetapi bukankah ia mengaku dirinya telah diutus Tuhan dan menyampai ajarannya atas nama Tuhan. Sehingga peranannya sama dengan nabi palsu.
Catatan Kaki1.Teleologi adalah ilmu yang menyelidiki tujuan segala peristiwa dan kejadian. Pantheisme adalah aliran filsafat yang menganggap satu zat antara Tuhan dan makhluk.2.Surat Paulus dalam Perjanjian Baru yakni 1 Korintus pasal 12: 12 Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus. 13 Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh. 14 Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota. 15 Andaikata kaki berkata: "Karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk tubuh", jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh? 16 Dan andaikata telinga berkata: "Karena aku bukan mata, aku tidak termasuk tubuh", jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh? 17 Andaikata tubuh seluruhnya adalah mata, di manakah pendengaran? Andaikata seluruhnya adalah telinga, di manakah penciuman? 18 Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya. 19 Andaikata semuanya adalah satu anggota, di manakah tubuh? 20 Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh. 21 Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: "Aku tidak membutuhkan engkau." Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: "Aku tidak membutuhkan engkau." 22 Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan. 23 Dan kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus. Dan terhadap anggota-anggota kita yang tidak elok, kita berikan perhatian khusus. 24 Hal itu tidak dibutuhkan oleh anggota-anggota kita yang elok. Allah telah menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada anggota-anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus, 25 supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan. 26 Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita. 27 Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.
This article was originally published at
7:38 AM
II. MENGINGAT KEMBALI SEJARAH AGAMA YAHUDI KRISTEN (JUDEO-CHRISTIANISME) DAN PAULUS Kebanyakan umat Kristen mengira bahwa Injil-Injil ituditulis oleh saksi-saksi mata yang menyaksikankehidupan Yesus secara langsung, dan dengan begitumereka itu merupakan saksi-saksi yang tak dapatdisangsikan lagi mengenai kejadian-kejadian yangmemenuhi kehidupannya dan dakwahnya. Dengan menghadapijaminan-jaminan tentang kebenaran Injil, dapatkah orangmempersoalkan ajaran-ajaran yang dapat diambil dariInjil tersebut? Dapatkah orang ragu-ragu tentangkebenaran kelembagaan Gereja yang didirikan menurutpetunjuk-petunjuk umum yang diberikan oleh Yesussendiri? Cetakan-cetakan Injil sekarang yangdiperuntukkan bagi orang awam memuat komentar-komentaryang dimaksudkan untuk menyebarluaskan idea-ideatersebut diantara mereka. Kepada pengikut-pengikut agama yang setia, ditonjolkanaksioma bahwa para pengarang Injil adalah saksi-saksimata. Bukankah Yustin pada abad II mengatakan bahwaInjil-Injil itu adalah memoir (catatan-catatan) paraRasul (sahabat-sahabat Nabi Isa). Kemudian diberikanpula keterangan yang terperinci mengenai para pengarangInjil sehingga orang tidak ragu-ragu lagi akankebenarannya. Umpamanya: Matius adalah seorang yangsangat terkenal "pegawai bea Cukai di Kafrna'um, "Iafaham bahasa Aramaik dan bahasa Yunani. Markusdisebutkan sebagai teman Petrus; sudah terang bahwaMarkus bukan saksi mata yang melihat Yesus sendiri.Lukas adalah seorang tabib, sehingga Paulus mengatakanbahwa keterangan-keterangan tentang Lukas tersebutsangat tepat. Yahya adalah rasul (sahabat) yang selaludekat dengan Yesus, anak dari Zebede, seorang nelayandi danau Genesareth. Penyelidikan-penyelidikan modern tentang permulaanagama Kristen menunjukkan bahwa penyajian sepertitersebut di atas tidak sesuai dengan kenyataan. Kitananti akan mengetahui siapa pengarang-pengarang Injilitu. Mengenai periode beberapa puluh tahun setelahYesus tak ada lagi, kita harus tahu bahwa yang terjaditidak seperti apa yang dikatakan, dan bahwa kunjunganPetrus ke Roma tidak mendirikan Gereja Katolik.Sebaliknya antara waktu Yesus meninggalkan bumi inisampai pertengahan abad II, yakni selama lebih darisatu abad telah terjadi perjuangan antara dua aliranyakni agama Kristen menurut Paulus dan agamaYahudi-Kristen; dengan pelan-pelan aliran Paulusmendesak aliran asli yakni agama Yahudi-Kristen. Banyak karangan-karangan yang muncul pada beberapadasawarsa yang akhir ini dan yang berdasarkanpenemuan-penemuan yang terungkap di zaman kita, telahmemungkinkan kita memahami pikiran-pikiran modern yangdisajikan oleh Kardinal Danielou. Artikel yangditerbitkan pada bulan- Desember 1967 dalam majalahEtude (penyelidikan) berjudul: Suatu pandangan barutentang asal agama Kristen atau Yudeo-Christianisme.Dengan mengutip karangan-karangan yang terdahulu, iamenjelajahi sejarah dan memungkinkan kita untukmenempatkan Injil dalam konteks yang sangat berbedadengan apa yang dapat kita baca dalam uraian-uraianyang ditulis untuk kaum awam. Di bawah ini kitacantumkan ringkasan pikiran-pikiran pokok dalam artikeltersebut, dengan kutipan-kutipan: Sesudah Yesus, tidak ada lagi kelompok kecil para rasul(sahabat) yang merupakan suatu "sekte Yahudi yang setiakepada ibadat dan upacara temple." Tetapi ketika banyakorang-orang baru yang masuk agama Kristen dari agamaKafir (Pagan), mereka mengusulkan suatu aturan Khusus;konsili Yerusalem tahun 49 M membebaskan mereka darikhitan dan upacara-upacara Yahudi. Banyak orang-orang,Yahudi-Kristen yang tidak setuju dengan perlakuankhusus ini. Kelompok ini memisahkan diri dan Paulus.Malahan telah terjadi bentrokan antara Paulus dankelompok Yahudi Kristen pada tahun 49 M itu juga diAntioch. Bagi Paulus, khitan, liburan hari Sabtu danupacara di temple tidak perlu lagi, baik untuk pengikutYesus atau untuk orang Yahudi sendiri. Agama Kristenharus membebaskan diri dari hubungan politico religiusdengan agama Yahudi, dan membuka diri bagi orang gentil(yang bukan Yahudi). Dalam pandangan orang Yahudi Kristen yang tetap setia,kepada ajaran Yahudi, Paulus adalah orang yangberkhianat. Dokumen-dokumen mereka mengatakan bahwaPaulus adalah musuh dan mendakwanya dengan taktik duamuka; tetapi sampai tahun 70 M Yudeo--Christianismemerupakan "mayoritas dalam gereja" dan "Paulusmerupakan orang yang terasing." Ketua daripadamasyarakat Yudeo-Christian adalah Jack, seorang kerabatYesus. Jack didampingi Petrus dan Yahya. Jack dapatdianggap sebagai tiangnya Yudeo-Christianisme, yangsengaja setia kepada agama Yahudi menentang agamaKristen yang dipimpin Paulus. Keluarga Yesus memegangperanan dalam gereja Yudeo-Christian di Yerusalem.Pengganti Jack adalah Simon, anak Cleopas, saudarasepupu Yesus. Kardinal Danielou mengutip tulisan-tulisan YudeoChristian yang mengungkapkan pandangan kelompok YudeoChristian yang terbentuk sekitar para rasul (sahabat)terhadap Yesus: Injil orang-orang Ibrani (mengenaimasyarakat Yahudi Kristen di Mesir), Hypotesa karanganClement, rasa syukur Clement (Reconnaissance deClement), Apocalypse Jack dan Injil Thomas.8 Orang-orang Yahudi Kristen itulah yang menulisdokumen-dokumen Kristen kuno yang disebutkan secaraterperinci olel Kardinal Danielou. "Pada abad I M, agama Yahudi Kristen tidak hanya diYerusalem dan Palestina, akan tetapi di tempat-tempatlain juga, yakni sebelum aliran Paulus tersiar. Hal inimemberi penerangan mengapa surat-surat Paulus selalumenyebutkan adanya konflik," memang di mana-mana Paulusmendapat rintangan yang sama, di Galitea, Korintus,Kolose, Roma dan Antioch. Di tanah pesisir Siria Palestina, dari Gaza sampaiAntioch, orang-orang menganut agama Yahudi Kristen,seperti yang diterangkan oleh surat-surat para rasuldan tulisan-tulisan Clement." Di Asia kecil adanya pengikut-pengikut agama YahudiKristen telah dibuktikan oleh surat untuk orang Galitiadan surat untuk orang Kolose, keduanya dikirim olehPaulus. Tulisan-tulisan Papias memberi gambaran tentangagama Yahudi Kristen di Phrygie. Di negeri Yunani,khususnya di Apollos, surat Paulus kepada orangKorintus menunjukkan tersiarnya agama Yahudi Kristen.Roma merupakan suatu pusat penting, menurut suratClement dan Pendeta dari Hernias. Di Suetone danTacite, orang-orang Kristen merupakan sekte Yahudi.Kardinal Danielou berpendapat bahwa agama Kristen yangmasuk Afrika, mula-mula adalah agama Yahudi Kristen.Ini dikuatkan oleh Injil orang Ibrani dantulisan-tulisan Clement dari Alexandria. Adalah sangat penting untuk mengetahui fakta-faktatersebut agar kita dapat memahami bahwa Injil-lnjil ituditulis pada suasana perjuangan antara dua kelompok.Penyebaran teks yang kita punyai sekarang, setelahdiadakannya perubahan-perubahan dalam teks sumbernya,dimulai sekitar tahun 70 M, yaitu waktu bentrokanantara kedua kelompok yang bersaingan. Pada waktu itukelompok Yahudi Kristen lebih banyak. Tetapi denganterjadinya Perang Yahudi (melawan Kerajaan Romawi) danjatuhnya Yerusalem pada tahun 70, keadaan menjaditerbalik. Kardinal Danielou menerangkan kemunduran ini sebagaiberikut: "Karena orang-orang Yahudi tidak dipercaya lagi didalam Kerajaan Romawi, maka orang-orang Kristenmenjauhkan diri dari mereka. Agama Kristen seperti yangtersiar di negeri Yunani mendapat kemajuan. Paulusmendapat kemenangan sesudah ia sendiri mati. AgamaKristen memisahkan diri dari agama Yahudi baik secarasosiologik maupun secara politik, dan menjadi kelompokketiga, yakni di samping Yahudi dan Kafir. Tetapimeskipun begitu sampai pemberontakan Yahudi yangterjadi pada tahun 140, agamaYahudi Kristen masihdominan secara kebudayaan." Dari tahun 70 sampai kira-kira tahun 110, timbullahempat Injil, yakni yang ditulis oleh Markus, Matius,Lukas dan Yahya. Injil itu tidak merupakan dokumenKristen yang pertama; sebelumnya telah ada surat-suratPaulus. Menurut O. Culmann, Paulus menulis surat kepadaorang Tesalonika pada tahun 50. Tetapi sudah terang,Paulus meninggal beberapa tahun sebelum Injil Markusselesai ditulis. Paulus adalah seorang yang banyak dipersoalkan dandianggap pengkhianat kepada ajaran Yesus oleh keluargaYesus sendiri, dan oleh rasul-rasul (sahabat-sahabatNabi Isa) yang tinggal di Yerusalem dengan Jack. Paulusdianggap telah menyiarkan ajaran-ajarannya sendiri danmerugikan para sahabat-sahabat yang dikumpulkan olehYesus sendiri untuk menyiarkan ajaran-ajarannya. Olehkarena Paulus tidak pernah bertemu dengan Yesus, makaia memberi dasar untuk perbuatannya dengan mengatakanbahwa Yesus yang telah hidup kembali setelah di kubur,nampak kepadanya di jalan ke Damascus. Kita dapatbertanya-tanya bagaimana yang mestinya terjadi dalamagama Kristen seandainya Paulus tidak muncul; tentu adabermacam-macam hypotesa. Akan tetapi, dalam hal yangmengenai Injil-Injil, kita dapat mengatakan bahwa jikasuasana bentrokan antara dua kelompok yang disebabkanoleh ajaran Paulus yang menyeleweng itu tiada ada,tentunya kita tidak akan menemukan Injil-lnjil sepertiyang ada sekarang. Karena ditulis pada waktupertentangan antara dua kelompok, maka tulisan-tulisanperjuangan (ecrits de Combat) seperti yang dinamakanoleh R.P. Kannengiesser, telah muncul daritulisan-tulisan mengenai Yesus ketika agama Kristenmenurut ajaran Paulus telah menang dan sedang menyusunkumpulan teks-teks resmi atau Canon, yaitu teks yangmenghukum segala teks lain yang tidak sesuai dengangaris yang dipilih oleh Gereja serta menganggapnyasebagai bertentangan dengan ortodoksi. Setelah pengikut agama Yahudi Kristen tidak lagirnerupakan kelompok yang berpengaruh, mereka itubiasanya dinamakan "Yudaisants" yakni orang-orang yangcondong kepada agama Yahudi. Kardinal Danielou menulis: "Orang-orang Yudeo Kristen terputus dari Gereja Besaryang membebaskan diri dari pengaruh Yahudi, dan merekaitu musnah dengan cepat di Barat. Akan tetapi merekamasih terdapat di Timur pada abad III dan IV, khususnyadi Palestina, Arabia, Yordania, Syria dan Mesopotamia(Irak). Di antara mereka banyak yang memeluk agamaIslam, yang memang merekalah pewaris agama Kristen darisuatu segi, lainnya mengikuti ortodoksi Gereja Besardengan mempertahankan kebudayaan Semit;" seperti yangmasih terdapat di Ethiopia dan Babylon.
BIBEL, QUR-AN, dan Sains ModernDr. Maurice Bucaille Judul Asli: La Bible Le Coran Et La ScienceAlih bahasa: Prof. Dr. H.M. RasyidiPenerbit Bulan Bintang, 1979Kramat Kwitang I/8 Jakarta
((((((((((((Dimanakah Taman Eden?))))))))))))
Where Was The Garden Of Eden?
Senin, 2007 Agustus 13
Sejarah Hilangnya Taman Eden
Kisah Taman Eden ditulis dalam Kitab Kejadian pasal 1 dan 2. Sejarah ini ditulis oleh nabi Musa ketika Ia memimpin bangsa Israel dipadang gurun selama kurang lebih 40 tahun. Musa banyak mendapat pengetahuan dari seorang Malaikat yang diutus Tuhan selama perjalanannya menuju Tanah Perjanjian (Kel 33:2).
Ringkasnya, setelah Allah ‘menciptakan’
[1] langit dan bumi selama ‘enam hari’, Allah membuat taman di Eden, disebelah timur. Didalam taman Eden Allah tempatkan manusia dan menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari seluruh bumi, yang menarik dan yang baik dimakan buahnya; dan pohon kehidupan ditengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat (Kej 2:8-9). Tetapi akibat pelanggaran manusia pertama, maka Allah mengusir / mengembalikan manusia itu ketempat dimana ia dibentuk dari debu tanah. Kemudian Allah meletakkan beberapa kerub (malaikat Allah) dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar agar manusia tidak memetik buah dari pohon kehidupan (Kej 3:23-24).

Taman Eden itu hilang dan tidak tahu dimana keberadaannya karena ayat-ayat sebelum Kej 3:24, nabi Musa tidak menulis secara lengkap dimana tempat pembuatan manusia, siapa sebenarnya nama manusia itu, dimana disebelah timur itu dan dimana Allah meletakkan kerub dengan pedang yang menyala-nyala dan menyambar-nyambar. Sedangkan ayat-ayat setelah Allah mengusir manusia dari taman Eden, nabi Musa menulis dengan jelas siapa nama manusia itu, tempat dimana mereka hidup dan seterusnya. Apakah ini merupakan bagian dari rencana Allah untuk menyembunyikan taman Eden?

Banyak orang meyakini bahwa nama manusia yang dibentuk dari debu tanah pada Kej 2:7 adalah Adam dan termasuk Agus Miradi, penulis buku SIAPAKAH MANUSIA PERTAMA ITU mengatakan manusia pertama tersebut bernama Adam dan ia dibentuk dengan tanah liat disekitar wilayah Iraq
[2]. Akan tetapi pernyataan ini tidak bisa dianggap benar dan masih perlu diteliti, sebab dalam Kej 2 dan 3, nabi Musa tidak menyebut nama Adam sebagai manusia yang dibentuk dengan tanah, tetapi hanya menulis ‘manusia itu’. Sementara nama Adam baru muncul setelah TUHAN Allah mengusir manusia itu dari taman Eden atau setelah peristiwa pembunuhan Habel oleh kakaknya Kain (Kej 4:25). Ada keraguan tentang nama manusia pertama, sehingga perlu diteliti lebih lanjut. Karena Alkitab sebagai buku yang diilhami Allah, tidak mungkin nabi Musa menempatkan kata secara sembarangan. Oleh karena itu pengertian ‘manusia itu’ tidak harus selalu disamakan dengan ‘Adam’ sebagai manusia pertama.

Pernyataan ini didukung oleh banyak ahli, termasuk kaum Sufi asal Persia. Mereka berpendapat, Adam bukan manusia pertama dan masih ada Adam-Adam lain yang sudah diciptakan jauh sebelum itu, yaitu termasuk diantaranya manusia purba sebagaimana yang diyakini Agus Miradi diatas. Sebut saja Muhyiddin Ibnu Arabi, seorang sufi besar pernah mengatakan bahwa ada sabda Rasulullah yang antara lain mengatakan ‘Allah telah menjadikan tidak kurang dari seratus ribu Adam’ (Futuhat Makkiya, II, hal. 607)
[3]. Oleh karena itu kemungkinan besar Adam yang dimaksud Alkitab dan Alquran selama ini adalah moyangnya bangsa Israel yang ditulis oleh Nabi Musa. Sementara nama sebenarnya dari manusia pertama yang ditempatkan dalam taman Eden menjadi misterius sejalan dengan hilangnya taman Eden.

Selain kurang jelasnya nama manusia pertama yang memiliki roh itu, Alkitab juga tidak menjelaskan dimana letak taman Eden disebelah timur itu (Kej 2:8-9). Apakah disekitar sungai Pison yang mengalir ke seluruh daerah Hawila atau disekitar sungai Gihon yang mengelilingi tanah Kusy, atau sungai Tigris yang mengalir kesebelah timur Asyur dan atau dipinggiran sungai Efrat – ataukah didaerah timur lain di dunia?

Penyelidikan akhir-akhir ini telah membuktikan bahwa taman Eden itu terletak di Babil, Iraq atau Assyria (Enc. Brit. Pada “Ur”). Tetapi pertanyaannya adalah, apakah disekitar Iraq orang pernah mengatakan atau paling tidak membuktikan bahwa inilah pohon kehidupan yang disembunyikan oleh Allah dan dijaga oleh kerub yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar untuk menjaga jalan ke Taman Eden? Ataukah dalam sejarah Persia, orang pernah membuktikan bahwa inilah ‘pairidaeza’ (taman berpagar) dari Persia kuno atau ‘Hadiqah al-Haqiqah’ (Taman Kebenaran Berdinding) seperti yang dimaksud pujangga sufi terbesar Persia, Abu Al-Majd Majdud Ibn Adam Sana’i
[4] dalam karya mistis yang paling terkenal itu? Jawabannya, tidak ada. Para ahli – walaupun pernah meneliti akan hal itu, namun tidak ada jawaban pasti yang hampir sama dengan kisah Taman Eden dalam Alkitab.

Taman Firdaus yang hilang itu perlu diteliti di Papua, daerah dimana burung Cendrawasih berada. Sebab salah satu pengertian dari ‘pairidaeza’ dari bahasa Persia kuno yang kemudian dalam kata Inggris menjadi ‘paradise’ adalah Cendrawasih.


Catatan Kaki:
[1] Maksud "penciptaan" di sini mengandung arti yaitu dari segala sesuatu yang tidak ada menjadi ada, dari yang hampa menjadi nyata (creatio ex nihilo), yaitu segala sesuatu yang dikerjakan Allah selama enam hari. Sedangkan setalah enam hari penciptaan, Allah tidak menciptakan tetapi "membuat/membentuk" segala sesuatunya dari bahan yang sudah ada.[2] Agus Miradi, SIAPAKAH MANUSIA PERTAMA ITU, Yayasan Tunas Daud, 2000, hlm.82.[3] Baca juga pandangan H. Miftahuzjaman Aneka dalam MISTERI, Edisi 05-19 Desember 2001 hlm. 86 dalam judul ‘ADAM BUKAN MANUSIA PERTAMA CIPTAAN ALLAH’.[4] Lihat Hamid Dabasyi, KONDISI HISTORIS SUFISME PERSIA SELAMA PERIODE SELJUK, hlm. 212-213 dan de Bruijn, CATATAN KOMPARATIF TENTANG SANA’I DAN ATTAR, hlm. 434 dalam BUKU PERTAMA, WARISAN SUFI, penerbit Pustaka Sufi, Juni 2002.
di
21:43
0 komentar:
Posting sebuah Komentar
Link ke posting ini
Buat sebuah Link
Posting Lama Halaman Muka
Berlangganan:
Posting Komentar (Atom)
Adam dan Eva

Prolog
Hingga detik ini, para ahli belum menemukan di mana keberadaan Taman Eden, tempat di mana Tuhan Allah menempatkan manusia pertama, Adam dan Hawa. Tempat itu masih menjadi misterius karena penulis kitab Kejadian, Nabi Musa tidak menjelaskan dimana letak taman Eden, siapa sebenarnya manusia pertama, dimana letak pohon pengetahuan, dimana pohon kehidupan dan dimana Allah menempatkan Kerub yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar menjaga taman Eden, termasuk sungai-sungainya.Kaum Sufi dari Persia menyebut taman Eden dengan nama Hadiqah al-Haqiqah – Taman Kebenaran Berdinding. Identik dengan taman Eden yang dipagari dengan kerub yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar. Dalam bahasa Inggris disebut Eden Garden atau Paradise dari kata Firdaus. Orang Arab menyebut Jannah (janatta) yang berarti surga, tempat kemuliaan orang-orang beriman.Taman itu sudah dicari sampai ke pelosok bumi, tetapi hingga detik ini, belum ditemukan, dimana sebenarnya letak taman Eden yang ditulis Nabi Musa tersebut. Melalui situs ini, kami mencoba memuat berbagai macam tulisan tentang Taman Eden atau Taman Firdaus yang ditulis oleh berbagai sumber dan dimuat di situs-situs resmi, maupun dari sumber buku lain.Selamat Membaca!!!! Kohaaaooo........ Alohaaaa...

Gambar Taman Eden

Dimanakah Taman Firdaus?
2007 (3)
Agustus (1)
Sejarah Hilangnya Taman Eden
Juli (1)
Taman Eden Menurut Kamus Ensiklopedi Alkitab Masa ...
Juni (1)
Mencari Dunia Yang Hilang

Edo Kondologit - Indonesia Pusaka

Pairidaeza......
Mengapa kata Pairidaeza dari bahasa Persia kuno itu diartikan taman berpagar atau taman yang dikelilingi tembok? Apa hubungannya dengan taman Eden yang dikelilingi dengan kerub yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar. Bagaimana pula dengan ‘paradise’ dari bahasa Inggris yang berarti Sorga dan burung Cendrawasih?Apakah firdaus bertembok atau berpagar itu ada di pulau yang berbentuk burung Cendrawasih atau daerah dimana burung Cendrawasih berada? Bagaimana dengan kata Irian yang dalam bahasa Arab artinya telanjang? Apakah ada hubungannya dengan manusia pertama yang telanjang? Ini semua masih tanda tanya....

Penemuan Taman Eden
Menurut Chris Ward, D. Min.
Menurut Dr. Juris Zarins
Menurut Dr. Kamal Salibi
Menurut Dr. R. L. Hymers, Jr.
Menurut Dr. Wayne Blank
Menurut Engelbertus Pr Degey

Kumpulan Tulisan Tentang Eden
Apakah Taman Eden Sudah Ditemukan?
Cerita Dari Dunia Hilang
Dimanakah Taman Eden
Garden of Eden in West Papua
Taman Eden di India
Taman Firdaus dan Menara Babel
Uni Emirat Arab adalah Taman Firdaus?

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Salam Sejahtera.

Terdapat blog bagus untuk kita mengenal Islam.

FORUM MURTADIN INDONESIA

http://trulyislam.blogspot.com/

Mari kita turut berjuang dijalan Tuhan.

Anonim mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.