Launching

Launching

Selasa, 25 Agustus 2009

MEMBEDAH KESAMAAN – KESAMAAN ANTARA TEOLOGI WIYON-WOFLE DAN TEOLOGI KRISTEN

A. Kesamaan antara k’wiyon-bol wofle (kemah wiyon-wofle) dan Kemah Musa.

1. Dalam teologi wiyon-wofle, mengajarkan tentang Tabernakel wiyon-wofle yang disebut k’wiyon-bol wofle, yang dikembangkan dalam teologi tradisional suku Maybrat, Imian, Sawiat, Papua Barat yang disebut wiyon-wofle. K’wiyon-bol wofle ini dibangun sebagai bait suci dan rumah yang sacral - mbau, yang mana k’wiyon-bol wofle ini dibangun sebagai rumah wiyon-wofle (Tuhan) dan tempat meletakkan tabut perjanjian. Demikian dalam teologi Kristiani yang juga mengajarkan tentang tabernakel Musa yang mana sebagai tempat meletakan tabut perjanjian Allah. Dalam kitab keluaran, Imamat, dan Bilangan yang menceriterakan tentang kemah Musa sebagai tempat kediaman Allah.

2. K’wiyon-bol wofle, menyatakan banyak hal tentang wiyon-wofle, demikian kemah Musa menyatakan banyak kebenaran tentang Allah. Yesus berkata, “Musa telah menyurat tentang Aku, Yohanes 5:46; Luk. 24:27,44.

3. K’wiyon-bol wofle, menggambarkan TELADAN serta RENCANA wiyon-wofle, maksud dan metode wiyon-wofle bagi segala zaman.

Sebagaimana dalam 1 Korintus 10:11;Ibrani 10:1, menyatakan bahwa kemah Musa menggambarkan TELADAN ALLAH serta RENCANA ALLAH, maksudnya dan metodenya bagi segala zaman dan teristimewa bagi akhir zaman.

B. Berita dari k’wiyon-bol wofle – berita dari kemah Musa

1. k’wiyon-bol wofle dengan struktur dan perkakas-perkakasnya menggambarkan sifat-sifat wiyon-wofle dan rencana penebusan bagi umatnya.

K’wiyon-bol wofle mengajarkan kepada orang Maybrat, Imian, Sawiat, bahwa pendekatan kepada wiyon-wofle adalah berdasarkan imam besarnya (Raa bam-Na tmah) dan korban. Untuk menghampiri wiyon-wofle, mereka harus melalui Raa bam-Na tmah (imamat) dengan membawa korban (bo smot).

§ Waif dan bofit sebagai dasar persekutuan dan berkat.

§ Waif dan bofit merupakan barang yang paling berharga.

Dalam teologi wiyon-wofle, waif dan bofit merupakan lambang persatuan antara manusia dan wiyon-wofle. Waif dan bofit merupakan sesuatu yang paling berharga karena;

1. Setiap Raa wiyon-Na wofle ditebus dengan waif dan bofit.

2. Dibenarkan oleh waif dan bofit.

3. Dimenangkan karena waif dan bofit.

4. Diperdamaikan karena waif dan bofit.

5. Mereka akan memiliki warisan yang kekal oleh waif dan bofit.



K’wiyon = Rumah suci, tabernakel, bait Allah dalam sebutan bahasa Maybrat.

Bol wofle = Rumah suci, tabernakel, Bait Allah dalam sebutan bahasa sawiat dan imian.

Menurut teologia wiyon-wofle, jika seseorang yang sudah meminum air cawan dari waif dan memakan bofit, maka ia telah mengikat dirinya menjadi satu dengan wiyon-wofle dan ketika ia melakukan zinah, maka ia adalah orang yang tidak layak sebagai umat wiyon-wofle atau bukan lagi disebut Raa wiyon-Na wofle (ytah kon).

Kemah Musa juga menggambarkan sifat-sifat Allah dan rencana penebusan bagi umat manusia, sebagaimana terlihat pada struktur dan perkakas-perkakasnya. Kemah Musa mengajarkan kepada bani Israel bahwa pendekatan kepada Allah adalah berdasarkan imamat yang sebagai imam besarnya dan membawa persembahan darah. (Ibrani 10:19-22).

- Darah Kristus adalah dasar persekutuan dan setiap berkat rohani. 1 Yohanes 1:7

- Darah Kristus itulah barang yang paling berharga di surga maupun bumi

a) Ditebus dengan darah – 1 Petrus 1:18-19

b) Dibenarkan oleh darah – Roma 5:9

c) Kemenangan karena darah – wahyu 12:11

d) Diperdamaikan karena darah – kolose 1:20

e) Miliki warisan yang kekal oleh darah – kolose 9:14-15

Waif dalam teologia wiyon-wofle sebagai cawan yang mana cawan itu berwarna merah dan tawar seperti dalam teologia Kristen, cawan berwarna merah (darah) kristus. Suatu simbol atau perlambangan yang sama namun berbeda dalam ucapan, akantetapi sebenarnya tidak terpisahkan karena memiliki makna yang bersesuaian dan sakral.

2. K’wiyon-bol wofle itu adalah gambaran wiyon-wofle.

Dalam teologia wiyon-wofle, mengungkapkan bahwa dalam kemah k’wiyon-bol wofle itu adalah gambaran tentang wiyon-wofle yang “berkemah”, diantara manusia, atau Raa wiyon-Na wofle. K’wiyon-bol wofle adalah tempat dimana wiyon-wofle dinyatakan kepada Raa wiyon-Na wofle (manusia), k’wiyon-bol wofle adalah tempat korban, k’wiyon-bol wofle adalah tempat penyucian, k’wiyon-bol wofle merupakan satu-satunya jalan kepada wiyon-wofle, k’wiyon-bol wofle adalah tempat perlindungan torat dalam tabut perjanjian, demikian wiyon-wofle adalah perlindungan manusia dalam kepercayaan orang Maybrat, Imian, Sawiat tentang wiyon-wofle, dan hanya di dalam dialah toratnya disempurnakan.

Dalam kitab Yohanes 1:14, menyatakan bahwa kemah Musa itu adalah gambaran Kristus yang “berkemah” di antara umat manusia dan tinggal adalah “berkemah” Ibrani 9:12, Wahyu 21:23. Matius 1:23, menyatakan bahwa kemah Musa adalah tempat dimana Allah dinyatakan kepada manusia, dan 1 Korintus 5:7. kemah adalah tempat korban, Yohanes 15:3, kemah musa merupakan tempat penyucian, Yohanes 10:1;14:6, kemah Musa adalah merupakan satu-satunya jalan kepada Allah, Yohanes 1:14; 14:20-21, torat dalam tabut perjanjian yang dipercik dengan darah. Demikian Kristus adalah perlindungan kita, dan hanya didalam dialah torat disempurnakan didalam kita berdasarkan percikan darahnya.

3. K’wiyon-bol wofle dalam kepercayaan wiyon-wofle, merupakan gambaran gereja → “k’wiyon-bol wofle”.

Orang Maybrat, Imian, Sawiat telah meyakini bahwa k’wiyon-bol wofle merupakan gambaran gereja, sebagaimana k’wiyon-bol wofle tidak dibuat dengan rancangan manusia (raa iin-na iin), demikian k’wiyon-bol wofle yang dikehendaki oleh wiyon-wofle harus dibuat menurut rencana dan teladan wiyon-wofle. Tukang-tukang yang membangun k’wiyon-bol wofle adalah para ahli, keelokan atau keindahan k’wiyon-bol wofle adalah dibagian dalam, k’wiyon-bol wofle menjadi sember terang, perkakas-perkakas (kta) dalam setiap bilik k’wiyon-bol wofle menggambarkan langkah-langkah bagi kesempurnaan dan kebenaran-kebenaran yang harus dipulihkan pada akhir zaman.

Teologia Kristen mengungkapkan bahwa, kemah itu adalah gambaran geraja. Dalam kitab “Matius 16:18; 28:20; Keluaran 25:40” yang demikian bahwa kemah musa adalah kemah bukan dibuat dengan rancangan manusia, demikian gereja yang dikehendaki Tuhan harus dibuat menurut rencana dan teladan Ilahi; Keluaran 31:2-6; Efesus 4:11-16; Korintus 2:4” sebagaimana tukang-tukang yang membangun kemah musa haruslah ahli, penuh hikmat dan urapan Roh kudus. Kolose 1:27” keindahan kemah


Raa bam » IMAM besar dalam sebutan bahasa Maybrat.

Na tmah » IMAM besar dalam sebutan bahasa Sawiat, Imian.

Waif » CAWAN – DARAH.

Bo smot » persembahan.

Ytah kon » Hina, melakukan dosa, Berzinah, Keluar dari janjinya.


Musa adalah didalamnya dan bukan diluarnya. Hal ini menunjukkan keindahan gereja adalah hal Rohaniah bukan perhiasan lahiriah. Matius 5:14-16, Yohanes 6:48-54. “gereja seharusnya menjadi sumber terang (kaki dian) dan roti hidup (meja roti pertunjukkan) bagi dunia serta perkakas-perkakas dalam setiap bilik kemah menggambarkan jalan dan langkah-langkah bagi gereja untuk memiliki kesempurnaan, bahkan kebenaran-kebenaran yang harus dipulihkan pada akhir zaman ini”.

C. K’wiyon-Bol Wofle — Kemah diberikan kepada?

1. Orang Maybrat, Imian, Sawiat, percay dan beriman bahwa k’wiyon-bol wofle (kemah wiyon-wofle) diberikan kepada Raa wiyon-Na wofle, yang mana mereka adalah orang yang terpilih untuk menggenapi rencana wiyon-wofle (Tuhan). Raa wiyon-Na wofle adalah orang-orang pilihan dan mereka yang bukan pilihan wiyon-wofle adalah Raa iin-Na iin.

2. K’wiyon-bol wofle hanya diberikan atau diperbolehkan kepada Raa wiyon-Na wofle yang mana adalah mereka yang sudah dibasuh dan meminum cawan (mata waif).

3. K’wiyon-bol wofle hanya diberikan kepada Raa wiyon-Na wofle, yang mana mereka adalah orang-orang pilihan yang matanya sudah dicelikkan dan mengenal akan wiyon-wofle (mait bofit).

Hal-hal semacam ini sangat dijaga kerahasiaannya terutama mengenai kemah atau k’wiyon-bol wofle. Mereka yang berhak masuk kemah atau k’wiyon-bol wofle adalah Raa wiyon-Na wofle, sebagai orang yang terpilih, yang sudah dibasuh dan meminum cawan (mata waif) dan dicelikkan matanya (mait bofit) serta dituntun oleh roh (har).

Kultus ini mengandung makna yang sesuai dengan Kristen, yaitu teologia Kristen mengatakan bahwa kemah Musa diberikan kepada :


Samu skabuk » sebutan gereja dalam bahasa Maybrat.

Raa iin » Orang awam, atau orang Kafir, masih terikat dengan duniawi, orang yang belum dibaharui oleh wiyon-wofle, dalam sebutan bahasa Maybrat.

Na iin » Orang awam, atau orang kafir, masih terikat dengan duniawi, orang yang belum dibaharui oleh wiyon-wofle. Dalam sebutan bahasa Imian, Sawiat.


  1. Umat terpilih untuk menggenapi rencana Allah. Ulangan 7:6-9
  2. Umat yang berlindung dibawah darah “Keluaran 12
  3. Umat yang dipimpin oleh roh kudus

Teologia wiyon-wofle mengajarkan bahwa tidak semudahnya bagi setiap orang untuk datang dan masuk kedalam kemah atau k’wiyon-bol wofle. Orang yang boleh dan berhak untuk masuk kedalam kemah atau k’wiyon-bol wofle adalah Raa wiyon-Na wofle dan Raa bam-Na tmah. Dalam fungsi jabatan, Raa bam-Na tmah adalah imam kepala. Raa bam-Na tmah – imam besar atau imam kepala adalah mereka yang berhak masuk kedalam ruang maha suci (mato ro mbou toni) untuk menerima pesan dan meneruskannya kepada Raa wiyon-Na wofle. Sedangkan Raa wiyon-Na wofle, hanya bisa memasuki ruang suci (kre raa sme), dan bagi orang yang bukan umat pilihan atau (raa iin-na iin), tidak diperbolehkan untuk masuk kedalam kemah atau k’wiyon-bol wofle, karena mereka dianggap orang berdosa, mereka masih bersifat keduniawian atau fana. Bagi umat yang dipilih, menurut kultus teologia wiyon-wofle, mereka terlebih dahulu melalui beberapa tahapan yang diproses secara ketat. Tahapan dan proses ini bukanlah sesuatu yang gampang, namun merupakan suatu hal yang begitu rumit dan sakral.


Raa wiyon » Rasul, Umat pilihan, dalam sebutan bahasa Maybrat

Na wofle » Rasul, Umat pilihan, dalam sebutan bahasa Imian, Sawiat

Yata waif » minum cawan, melambangkan darah

Yait bofit » makan halia (dalam teologia Kristen “makan roti”) melambangkan tubuh dan roh.

Raa iin » Orang yang masih kafir, orang yang dianggap masih penuh keduniawian atau fana, sebutan dalam bahasa Maybrat.

Na iin » Orang yang masih kafir, orang yang dianggap masih penuh keduniawian atau fana, sebutan dalam bahasa Imian, Sawiat.

Sana wiyon » Ujian, proses kelulusan sebagai Raa wiyon-Na wofle kepada para murid wiyon tna-wiyon wefi. Sebutan dalam bahasa Maybrat.

Wiyon tna » sebutan bagi pendeta atau penginjil muda atau murid atau vicaris dalam teologia wiyon-wofle. Sebutan dalam bahasa Maybrat.

Wiyon wefi » sebutan bagi pendeta atau penginjil muda atau vicaris atau murid dalam teologia wiyon-wofle. Sebutan dalam bahasa Imian, Sawiat.

Umat yang terpilih adalah mereka yang dinilai sebagai orang yang baik, memiliki kredibilitas sebagai seseorang yang siap dibimbing dan mereka termasuk orang yang datang dengan hati dan pikiran serta moralitas yang sungguh-sungguh dan telah menyerahkan diri mereka sepenuhnya untuk menerima wiyon-wofle, sebelum ditahbiskan (ra msana), Raa wiyon-Na wofle atau penginjil, mereka harus berpuasa dan dididik dalam beberapa bulan didalam kemah atau k’wiyon-bol wofle itu, sebagaimana telah kita uraikan pada bagian inisiasi wiyon-wofle, dan jikalau mereka sudah dewasa dalam tuntunan roh (har), barulah iman mereka diuji (sana wiyon), dan jikalau mereka berhasil melakukan perintah-perintah yang diberikan oleh Raa bam-Na tmah dan Raa wiyon-Na wofle dalam ujian itu, maka mereka bisa pantas disebut Raa wiyon-Na wofle dan mereka bukan lagi wiyon tna atau murid. Artinya k’wiyon-bol wofle bagi orang-orang yang terhisab kepada “keluarga yang terpilih dalam wiyon-wofle (Raa wiyon-Na wofle) yang berlindung dibawah cawan suci (waif) yang sudah lahir baru dan dipimpin oleh roh suci (har ro mron)”.

Gereja dalam teologia Kristen adalah bagi orang-orang yang terhisab kepada “keluarga yang terpilih” yang berlindung dibawah darah Kristus yang sudah lahir baru dan dipimpin oleh roh kudus. 1 Petrus 1:8−20; 25:5−9; Yohanes 3:3−7; Roma 8:14-16; Kisah Pararasul 2:38-39.

Bahan-bahan Pembangunan — Bo knik knak sgi k’wiyon-bol wofle

Orang Maybrat, Imian, Sawiat, dalam pembangunan kemah atau sgi k’wiyon-bol wofle, tidak terikat pada uang dan pada wiktu mendirikan kemah k’wiyon-bol wofle, mereka tidak kekurangan bahan, karena bahan-bahan pembangunan disumbangkan secara gratis.

Sebagaimana bukti setiap kegerakan rohani adalah kelepasan dari uang! Israel juga pada waktu membangun kemah, tidak kekurangan bahan, bahkan Musa harus melarang mereka untuk tidak membawa lagi barang-barang, sebab sudah terlalu banyak barang yang disumbangkan. Keluaran 36:5-7, sayangnya bukan begitu lagi pada hari-hari ini.

K’wiyon-bol wofle dibangun dengan menggunakan:

Nama Barang _______________________________ Lambang

Kayu (ara) __________________________________ Kemanusiaan

Kain Lenen (bo) ______________________________ Kebenaran, Kebajikan

Kulut Gaharu (aku malak) _______________________ Korban

Rotan warna Keemasan (to atu) ___________________ keAllahan, Kemuliaan, sifat ilahi

Minyak (waif maya) ____________________________ Urapan, Roh suci

Merah (mkek) _________________________________ Darah, Korban

Ungu (mboh mtek) _____________________________ Kerajaan, Penjelmaan

Putih (mboh lak lak) ____________________________ Kesucian, Kemurnian.

Biru (msafom) _________________________________ Langit, Surga.

Kemah Musa dibangun dengan menggunakan :

Nama Barang ____________________________ Lambang

Emas _____________________________________ KeAllahan, Kemuliaan, sifat ilahi

Perak _____________________________________ Gafirat, Penebusan

Tembaga _______________________________ Hukum atas dosa (disertai kemurahan)

Besi ________________________________ Hukum atas dosa (tidak disertai kemurahan)

Kayu ______________________________________ Kemanusiaan

Kain Lenen _________________________________ Kebenaran, Kebajikan.

Kulit _______________________________________ Korban

Minyak _____________________________________ Urapan, Roh Kudus

Dupa _______________________________________ Doa, Penyembahan

Biru ________________________________________ Langit, Surga.

Merah ______________________________________ Darah, Korban.

Ungu ________________________________ Kerajaan, Penjelmaan :Biru+Merah=Ungu

Putih _______________________________________ Kesucian, Kemurnian.

K’wiyon-bol wofle dibangun berdasarkan

Persembahan tatangan, pergerakan hati, sukarela, ridlah, kasih, (boum) – kata hati, hikmat, roh, teladan-gambar wiyon-wofle.

Kemah Musa dibangun berdasarkan

1) Keluaran. 25:2 → Persembahan dan tatangan

2) Keluaran. 35:21; 36:2 → Gerakan hati

3) Keluaran. 35:5, 21, 22, 29 → Ridlah hati, sukarela

4) Keluaran. 35:36 → Kasihb- kata “hati” disebut berulang-ulang kali

5) Keluaran. 35:30-35; 26:31; 36:1-8 → Hikmat

6) Keluaran. 35:30-35; 36:1-3 → Roh Allah

7) Keluaran. 25:9; 40; 26:30;27:8; Bilangan 8:4 → teladan – gambar Allah.


Har ro mron » Roh suci, dalam sebutan bahasa Maybrat.

Bo knik knak » Bahan-Bahan, dalam sebutan bahasa Maybrat.

MENGENAL TABERNAKEL K’WIYON-BOL WOFLE

Mengapa kita harus mengenal k’wiyon-bol wofle (Tabernakel)?

1. sebagaimana diceriterakan bahwa penciptaan bumi sebagai tempat kediaman manusia, yang mana bila diparalelkan pada bibel, sebagaimana terdapat dalam kitab kejadian 1, 2, tentang riwayat penciptaan dunia dan alam semesta dan taman di eden. Para ilmuwan telah menuliskan ribuan buku dari hal kejadian bumi, walaupun Tuhan hanya memberi dua (2) fatsal dalam mengungkapkan riwayat penciptaan. Dalam kitab keluaran, imamat, dan bilangan, ada lebih dari 50 fatsal yang menceriterakan tentang kemah Musa (Tabernakel Musa) sebagai tempat kediaman Allah. Demikian dalam penelusuran tabernakel wiyon-wofle (k’wiyon-bol wofle), merupakan tempat kediaman wiyon-wofle (Tuhan). Ketegasan inilah yang mendorong penyelidikan isi tabernakel wiyon (k’wiyon-bol wofle) yang selanjutnya akan diparalelkan dengan tabernakel Musa dalam kitab injili.

2. k’wiyon-bol wofle menyatakan banyak kebenaran tentang wiyon-wofle yang dipercayai sebagai Tuhan oleh orang Maybrat, Imian, Sawiat, Papua Barat. Sebagaimana kemah Musa dalam kitab injili menyatakan banyak kebenaran tentang Yesus. Suatu pegangan dari perkataan Yesus yang pernah ia katakana yaitu: Yesus berkata; “andaikata kalian percaya kepada Musa, kalian akan percaya kepadaku sebab tentang AKU’lah dia menulis”, baca, kitab Yohanes 5:46 dan kemudian Yesus menerangkan kepada mereka apa yang tertulis didalam seluruh alkitab mengenaiNya, mulai dari buku-buku Musa dan buku-buku para nabi, setelah itu Ia berkata kepada mereka, “inilah hal-hal yang sudah Ku beritahukan kepadamu ketika aku masih bersama-sama dengan kamu”; bahwa setiap hal yang tertulis mengenai aku didalam buku-buku Musa, para Nabi dan Mazmur, harus terjadi (baca. Kitab : Lukas 24:24, 44), demikian dalam disiplin teologia wiyon-wofle tersirat ungkapan tentang janji-janji wiyon-wofle (Tuhan) kepada Mbouk tentang dirinya. Olehkarenanya, maka dalam mempelajari k’wiyon-bol wofle, akan dapat lebih kita kenal tentang wiyon-wofle (Tuhan) tradisional yang diimani oleh orang Maybrat, Imian, Sawiat itu.

3. K’wiyon-bol wofle, juga menggambarkan teladan wiyon-wofle (Tuhan), serta rencana wiyon-wofle, maksud wiyon-wofle, serta metode wiyon-wofle bagi segala zaman. Tidak disangkal dengan kemah suci Musa yang juga menyatakan banyak hal dalam kemah Musa yang menggambarkan teladan Allah serta rencanaNya, MaksudNya, dan MetodeNya bagi segala zaman sebagaimana tersirat dalam dogmatika Kristen dan yang teristimewa adalah bagi akhir zaman. Demikian tertulis dalam kitab 1 Korintus 10:11, “semua hal itu terjadi kepada mereka untuk menjadi contoh bagi orang-orang yang lain, dan semuanya itu tertulis juga untuk menjadi peringatan untuk kita, sebab kita sekarang hidup dimasa akhir zaman”. Dalam kitab Ibrani 10:1, “Hukum agama Yahudi hanya memberikan gambaran yang samara-samar tentang hal-hal yang baik, yang akan datang dan bukan gambaran yang sebenarnya dari hal-hal itu. Tidak mungkin hukum itu dapat menyempurnakan orang yang datang menyembah Allah dengan membawa persembahan, walaupun tiap tahun terus dipersembahkan korban-korban yang sama”.

Kontemplasi ini bila diparalelkan dengan hukum agama wiyon-wofle, dogmatika wiyon-wofle juga termasuk hanya memberikan gambaran samara-samar tentang hal-hal yang akan datang.

4. kita akan mempelajari kemah wiyon-wofle (k’wiyon-bol wofle) dan mungkin ini adalah sebahagian “segala yang berkaitan dengan perlakuan dan pembelajaran tentang kebenaran-kebenarannya dan kita akan melihat adanya segala perjanjian wiyon-wofle (Tuhan) dengan Mbouk sebagai Nabi tentang k’wiyon-bol wofle (Tabernakel wiyon-wofle) itu”.

K’WIYON – BOL WOFLE (KEMAH) DIBERIKAN KEPADA?


Dalam teologia wiyon-wofle, k’wiyon-bol wofle tidak diberikan kepada orang awam raa iin-na iin tetapi k’wiyon-bol wofle itu diberikan kepada :

1. Umat yang terpilih “Raa wiyon-Na wofle” untuk menggenapi rencana wiyon-wofle (Tuhan).

2. Umat yang dipimpin oleh roh kudus (Raa wiyon-Na wofle ro har msya).

Artinya k’wiyon-bol wofle atau kemah adalah bagi orang-orang yang terhisab kepada “keluarga yang terpilih”, yang sudah lahir baru (raa mber) dan dipimpin oleh roh kudus (har msya).

Bukti setiap kegerakan rohani adalah Raa wiyon-Na wofle dan orang Maybrat, Imian, Sawiat, membangun dan mendirikan kemah suci dengan melepaskan diri dari uang! Orang Maybrat, Imian, Sawiat, pada waktu membangun k’wiyon-bol wofle (kemah), tidak kekurangan bahan, bahkan biasanya Raa wiyon-Na wofle harus melarang mereka untuk membawa lagi bahan-bahan, sebab sudah terlalu banyak bahan-bahan yang diberikan.

Bangunan kemah, bagi Raa wiyon-Na wofle, didasarkan pada; persembahan tatangan, pergerakan hati, ridlah hati, sukarela, kasih dan kata hati, hikmat roh Tuhan, dan teladan.

Membangun kemah k’wiyon-bol wofle, dalam kepercayaan orang Maybrat, Imian, Sawiat, mereka tidak dibangun oleh sembarang orang, tetapi orang yang berhak membangun kemah adalah mereka yang berpengetahuan, mereka yang dipenuhi oleh Roh kudus. Dalam kelompok pendiri kemah k’wiyon-bol wofle itu, biasanya dibatasi dan hanya terdiri dari 2-4 orang. Ada beberapa tukang yang memegang peranan dalam pembangunan k’wiyon-bol wofle, yaitu Raa bam-Na tmah dan Raa wiyon-Na wofle. Sebagaimana dalam kemah Musa, tukang-tukang terdiri atas dua orang yang memegang peranan dalam pembangunan, yaitu Bezaliel sebagai pemimpin, dan Aholiab sebagai pembantu tukang. Suatu gambaran dari hal Yesus sebagai kepala tukang dan roh kudus menjadi pembantu dan penolongnya.

Sebagaimana teologi wiyon-wofle tentang tukang-tukang itu, yang harus mendapat perlengkapan dari Tuhan (wiyon-wofle) dan roh (har) yang dianggap kudus, demikian hal itu bagi mereka, setiap manusia perlu untuk dilengkapi dengan sifat-sifat wiyon-wofle dan kuasa roh kudus supaya setiap manusia itu dapat mendirikan k’wiyon-bol wofle yang sebenarnya. Demikian dalam teologi wiyon-wofle, terlihat sangat jelas bahwa, hanyalah tukang-tukang yang dilengkapi dengan roh kudus (har ro mof), memiliki hikmat, dan kepandaian yang diperbolehkan untuk bekerja. Tidak boleh ada campuran atau yang tidak di urapi. Pembangunan k’wiyon-bol wofle bukan hanya “asal jadi saja”, tetapi dalam teologi wiyon-wofle, k’wiyon-bol wofle itu harus tepat didirikan menurut rencana dan teladan wiyon-wofle. Kalau persyaratan ini penting untuk pembangunan k’wiyon-bol wofle, maka adalah suatu kemiriban sebagaimana yang diungkapkan dalam kemah Musa, dan bembangunan kemah suci waktu itu saja demikian, apalagi dalam pembangunan rumah Allah yang kekal di zaman yang akhir ini. Baca, Keluaran 25:9,40 .

Tafsiran keimanan Kristen, Musa sekarang tidak lagi sendirian dalam tugas yang Tuhan bebankan kepadanya, suatu contoh untuk masa kini. Demikian diterangkan C.J. McKnight, dalam Stensialnya, “Musa tidak pikul dan mengerjakan sendiri (monopoli), pekerjaan itu, tetapi Allah telah memanggil orang lain dan diberi tugas (jawatan) pada pekerjaan tabernakel dan kesempurnaannya”. (baca. Keluaran 36:1-4; Efesus 4:11-15,16) — kesempurnaan orang — orang saleh”. Sebagaimana pekerjaan pimpinan pembangunan Rumah Allah pada Zaman Musa, demikianlah Yesus beserta roh kudus sudah mengatur untuk zaman gereja. “baca. Kisahpara rasul. 13: 1-4; 14:23; 15:4; 20:17; Filipi 1:1; Ibrani 13:24; Yakobus 5: 14; 1 Petrus 5:1; Wahyu 4:4”.