Launching

Launching

Selasa, 25 Agustus 2009

SIFAT WIYON-WOFLE MAHA KASIH


Dalam teisme Maybrat, Imian, Sawiat Papua, teologi natural mereka wiyon-wofle mengajarkan tentang hal mengasihi. Demikian sebagaimana yang diungkapkan bahwa, jangan menyakiti sesame, tetapi kita senangtiasa memberi, menolong dan melayani siapa saja yang membutuhkan pertolongan. Sebagaimana yang diterjemahkan dari bahasa asli Maybrat:

Natmof raa, boum ro mase, riof ro mase nyio nno

Nsya raa awiya sei, nhasu ana, nayi gu awe ntos,

Nhaha ana mam ati ro mfe bo

Boum msya riof reto yoh mno nyio namos myi tna nhou sawro ro mhame.

Bagi teisme Maybrat, Imian, Sawiat, Papua, tentang religi ilmiah mereka, tersirat pesan-pesan suci yang menekankan tentang hal kasih, memberi dan melayani, karena menurut ajaran religi mereka, untuk memperoleh hidup yang abadi dikeranaan sorga (sawro), salah satu jalannya adalah mengasihi.

Tuhan wiyon-wofle adalah Tuhan yang memiliki kasih yang abadi. Meskipun secara religi Tuhan wiyon-wofle tidak mencakup wilayah-wilayah yang luas dan mencakup ke pelosok dunia, namun bagi suku bangsa Maybrat, Imian, Sawiat, wiyon-wofle adalah Tuhan yang pertama memberikan suatu ajaran tentang kebenaran-kebenaran abadi yang sangat dijunjung tinggi dalam kehidupan mereka. Tidak dapat disangkali bahwa dalam kalangan iman tradisional suku bangsa Maybrat, Imian, Sawiat, kepercayaan mereka terhadap pengajaran dari Tuhan tradisional mereka (wiyon-wofle) adalah benar-benar sesuatu yang sentries dan logis. Mungkin alas an mendasar mengapa suku bangsa Maybrat, Imian, Sawiat, sangat menghargai ajaran-ajaran tentang teologia natural mereka adalah karena dalam kehidupan mula-mula mereka, Tuhan satu-satunnya yang mereka sembah adalah wiyon-wofle yang di imani sebagai Allah yang Esa, Allah yang cemburu, Allah yang mengasihi, Allah yang mengampuni, Allah yang memiliki kekatan abadi, tidak hanya sekedar ungkapan tentang kepemilikan kuasa-kuasa tentang hal-hal diatas, akan tetapi wiyon-wofle telah mampu melakukan segala sesuatu tentang kuasanya dan perbuatannya itu merupakan suatu mukjizat yang menundukkan semua sifat orang Maybrat, Imian, Sawiat. Dengan demikian bahwa melihat koherensi dari sifat-sifat wiyon-wofle (Tuhan) ilmiah suku bangsa Maybrat, Imian, Sawiat, menunjukkan suatu sifat yang tidak sederhana. Adanya suatu entitas yang abadi dalam religi tradisional suku Maybrat, Imian, Sawiat, yang cukup menarik dalam sub-sub aturan kereligiusannya.

Dalam bagian-bagian aturan dan hukum teologi wiyon-wofle yang memiliki arti kereligiusan yang abadi dalam keimanan orang Maybrat, Imian, Sawiat, Wiyon-wofle diyakini mempunyai kuasa dalam hukum dan aturan-aturan yang telah ia firmankan.

Pernyataan-pernyataan tentang hal kasih mengasihi ini mungkin saja merupakan suatu landasan keimanan orang Maybrat, Imian, Sawiat, dalam kepercayaan mereka terhadap keeksistensian Tuhan wiyon-wofle. Hal ini merupakan suatu pondasi kokoh yang mendasari keyakinan orang Maybrat, Imian, Sawiat, terhadap wiyon-wofle sebagai Tuhan ilmiah sesuai dengan iman percaya mereka.

Ungkapan yang dipaparkan dalam kepercayaan orang Maybrat, Imian, Sawiat, diatas merupakan ungkapan-ungkapan yang tepat dengan iman dan aturan dalam agama Kristen. Demikian suatu kesimpulan berdasarkan teologi wiyon-wofle, sebagai suatu wujud yang disebut Tuhan. Konsep Tuhan yang digunakan menurut para teolog tradisional suku Maybrat, Imian, Sawiat, Raa wiyon-Na wofle, bukanlah suatu rasio, akan tetapi jelas-jelas koheren. Jika memang sifat wiyon-wofle demikian, maka ia adalah Tuhan yang abadi. Jika Tuhan wiyon-wofle memiliki pengetahuan dan kekuatan yang abadi, maka ia adalah Tuhan yang abadi. Karena ia adalah Tuhan yang mungkin dibenarkan dan memiliki kuasa keilahian yang supranatural. Dalam ungkapan Raa wiyon-Na wofle bahwa, wiyon-wofle memiliki suatu pengetahuan yang tidakmungkin salah tentang tindakan manusia yang sedang terjadi dan yang akan datang. Demikian suatu determinisme tentang wiyon-wofle adalah benar. Wiyon-wofle tidak melepaskan dirinya dari kejahatan manusia, dan wiyon-wofle membenci dosa atau perbuatan-perbuatan zinah (iro) setiap manusia.

Sebagaimana iman percaya orang Maybrat, Imian, Sawiat, yang mengungkapkan bahwa, bagi setiap manusia yang melakukan kesalahan atau dosa dan zinah (iro), mereka diharuskan untuk mengakuinya kepada Tuhan (wiyon-wofle), dalam upacara pengakuan dosa yang disebut maut wlah – tgif iro, yang mana bahwa mereka telah melakukan suatu dosa dan zinah, sehingga setiap pendosa mengaku dosanya dan mau untuk diampuni oleh Tuhan (wiyon-wofle). Sebuah kutipan dari ungkapan penyataan tentang bagaimana seseorang melakukan pangakuan dosa (maut wlah) adalah:

Awiya ro yno iro, yber safo, yame raa, saro raa, yse bofit kraa, ysif bo wer, ait retait yaut git mboh tna tane wlah, tna ygias safo wait ro yber weto ka raa bam-na tmah, msya raa beta ro siret afo iro wait to raa mhasu tna ait yhou riof.

“Dapat diterjemahkan bahwa, “barang siapa yang melakukan dosa, banyak melakukan zinah, membunuh orang dengan pedang, membunuh orang dengan racun, orang itu harus melakukan pengakuan dosanya dalam perbagian upacara pengakuan dosa sebagai suatu kultus keagamaan wiyon-wofle yang diselenggarakan oleh para teolog wiyon-wofle (Raa bam-Na tmah”imam” dan Raa wiyon-Na wofle “Rasul”).”

Aturan-aturan hidup beragama orang Maybrat, Imian, Sawiat, sebagaimana yang dituliskan dalam bahasa Maybrat sebagai bahasa asli disana menekankan bahwa adanya suatu larangan tentang perbuatan dosa, dan setiap manusia yang melakukan dosa dan zinah itu diharuskan untuk mengakui pelanggarannya dengan sungguh-sungguh tentang setiap pelanggaran yang dilakukannya baik yang kelihatan maupun yang tersembunyi. Suatu keterbukaan dan ketulusan hati yang telah dilakukan oleh para pendosa dalam upacara pengakuan dosa yang diselenggarakan oleh Raa bam-Na tmah dan Raa wiyon-Na wofle secara terbuka dalam suatu upacara keagamaan wiyon-wofle dan diikuti oleh orang Maybrat, Imian, Sawiat, yang berada disekitar areal pelaksanaan tersebut.

Orang Maybrat, Imian, Sawiat, dalam kepercayaan mereka telah diajarkan dan dibentuk dalam suatu aturan dan dogma teologi wiyon-wofle yang bisa dikatakan bahwa merupakan didikan yang menghidupkan. Dalam muatan-muatan nilai-nilai teologi wiyon-wofle, dapat disimpulkan bahwa suku bangsa Maybrat, Imian, Sawiat, sudah memiliki suatu kompleksitas dalam iman percaya dan pertobatan dalam religi mereka. Didalam kepercayaan orang Maybrat, Imian, Sawiat, tentang sifat-sifat yang dimiliki oleh wiyon-wofle, yang mana sangat jelas memuat suatu kontradiksi antara dosa dan kebenaran, jika wiyon-wofle dipahami dengan baik, maka kita dengan jelas bisa menerima suatu rumusan yang koheren.

Demikian suatu rumusan yang koheren tentang wiyon-wofle yang dipahami melalui doktrin-doktrinnya, mungkinsaja memadai untuk dijadikan sebagai pondasi dalam keimanan orang Maybrat, Imian, Sawiat, terhadap sifat-sifat wiyon-wofle itu. Demikian kebenaran akan argument-argumen iman percayanya orang Maybrat, Imian, Sawiat, benar-benar logis.

Telaah yang sudah kita lakukan ini sangatlah universal. Terdapat banyak sifat tradisional sebagaimana yang dilekatkan pada wiyon-wofle (Tuhan) yang dimunculkan utntuk dikaji secara detail. Jika sifat-sifat tersebut sama halnya dengan sifat-sifat yang diberikan kepada Tuhan dalam iman Kristen, maka tentunya ini cukup untuk menunjukkan bahwa tidak ada sesuatu yang memiliki totalitas keabadian melebihi sifat-sifat ketuhanan injili dan sifat-sifat ketuhanan ilmiah suku bangsa Maybrat, Imian, Sawiat (wiyon-wofle). Sifat lain seperti menjadi pencipta langit dan bumi, kiranya bisa dianggap lebih esensial bagi ide Tuhan dalam teologi wiyon-wofle, namun disini kita tidak mengkaji hal tersebut. Mungkin bisa dikatakan bahwa wiyon-wofle tidak berbeda dengan Tuhan injil dalam bibel sejak Ibrahim, Ishak, dan Yakub, sebagaimana digambarkan dalam kitab injili Kristen.

Jelasnya bahwa tidak ada satupun argument yang dikembangkan dalam karya-karya ini yang bertujuan untuk menyingkirkan eksistensi Tuhan serta menggantikannya dengan sifat-sifat yang tidak termasuk dalam gambaran sifat Tuhan sebenarnya. Dalam tulisan ini, adanya suatu ungkapan argument dan pandangan yang ditarik dari sifat Tuhan injili dan Tuhan ilmiah suku Maybrat, Imian, Sawiat (wiyon-wofle) tentang keeksistensian mereka. Boleh dikatakan bahwa wiyon-wofle itu harus dipikirkan, karena tidak ditemukan suatu kesalahan dalam argumen-argumen seputar eksistensiannya. Tidak ada satupun dari argumen-argumen itu, yang menurut kami mau menawarkan suatu ketidak jelasan tentang kontradiksi sifat Tuhan injili dan wiyon-wofle seperti yang dipahami oleh suku bangsa Maybrat, Imian, Sawiat.

Demikian suatu wujud dari sifat-sifat Tuhan yang dipercaya dan sulit untuk dilepas. Kita akan bertanya, apakah wiyon-wofle (Tuhan) yang dipercaya orang Maybrat, Imian, Sawiat, harus dipertahankan? Jika memang demikian, sama seperti kita balik bertanya; apakah ciri suatu sifat Tuhan wiyon-wofle itu masuk akal? Sebuah gagasan dikatakan masuk akal hanya dan hanya jika ia bebas dari kontradiksi. Hal itu pasti bahwa dari uraian catatan dan singkronisasi antara sifat-sifat wiyon-wofle dengan sifat-sifat yang dilekatkan pada Tuhan injili dalam bibel, tidak memiliki suatu kontradiksi dan hanya adanya suatu dogmatika kepercayaan yang disusun oleh kaum fundamentalis agama dengan berusaha menegakkan-kebenaran dalam dogmatika dengan kebenaran yang dianggap begitu luarbiasa.

Suatu wujud yang diidentifikasikan dalam sifat Tuhan injili dan wiyon-wofle dalam teologia wiyon-wofle yang signifikan. Sangat jelas bahwa Tuhan ternyata Esa, serta berpengetahuan dan kekuatannya juga superior dan tidak terukur dibandingkan dengan pengetahuan dan kekuatan kasih yang dimiliki oleh manusia. Kaum kristiani dan Raa wiyon-Na wofle sama-sama bersepakat akan hal ini, bahwa Pengetahuan dan kekuatan kasih Tuhan tidak terikat oleh hukum-hukum yang dibuat oleh manusia yang dikerjakan didalam diri kemanusiawian. Demikian mungkin dipahami sebagai suatu wujud kemaha kuasaan yang memiliki kuasa, pikiran dan wilayah yang begitu luas dan meliputi keseluruhan semesta.

Tidak ada komentar: